Wednesday, 30 December 2015

Cara Mudah Menghitung Masa Subur Wanita

Cara Mudah Menghitung Masa Subur Wanita

Setelah menikah dan berencana memiliki seorang keturunan, mungkin ada kebingungan yang akan didapati oleh seorang wanita. Ya, adalah pada saat mereka menghitung masa subur untuk memperbesar peluang agar bisa hamil. Jika Anda mengalami hal ini. Berikut ini Cara Mudah Menghitung Masa Subur Wanita.

Ingin segera dapat momongan? Atau ingin agar Anda dan suami segera dianugerahi buah hati? Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan berhubungan intim saat Anda sedang dalam masa subur.

Masa subur merupakan masa di mana sel telur dilepaskan dari ovarium. Pada saat ini telur sudah dalam keadaan matang dan menunggu dibuahi oleh sperma. Apabila tidak dibuahi, maka ia akan terlepas dari rahim, dan mengalami pendarahan serta dibuang melalui tuba falopi serta lewat ke saluran rahim untuk dibuang dalam bentuk darah menstruasi.

Kapankah masa subur itu terjadi? Masa subur ini umumnya terjadi pada hari ke-12 hingga 16 dihitung dari hari pertama menstruasi. Dikutip dari laman babycenter.com, ada sejumlah tanda yang bisa kita kenali untuk mengetahui apakah kita sedang dalam masa subur atau tidak. Yuk, simak info selengkapnya di sini.

Adanya Perubahan Tekstur dan Warna Lendir Miss V
Coba perhatikan lagi apakah ada perubahan tekstur dan warna lendir Miss V Anda. Setiap bulan wanita akan mengeluarkan lendir yang menyerupai keputihan. Selama masa subur, lendir ini jumlahnya akan semakin banyak, teksturnya juga berubah. Hal ini disebabkan karena tubuh bereaksi dengan meningkatnya hormon estrogen di dalam tubuh.

Lendir ini biasanya jernih, licin, serta mulur saat wanita sedang subur. Lendir ini sebenarnya yang akan membantu sperma masuk ke dalam lahir dengan lebih cepat dan aman. Apabila hubungan intim terjadi pada masa ini, maka kehamilan lebih mudah terjadi.

Suhu Tubuh Mengalami Peningkatan
Wanita cenderung mengalami peningkatan suhu tubuh ketika masuk pada masa subur. Suhu ini biasa disebut dengan suhu basal. Setiap wanita punya suhu basal yang berbeda-beda.

Cara mengetahuinya adalah mengukur temperatur Anda di saat hari biasa, dan di saat waktu sebelum menstruasi. Saat suhu badan tertinggi di beberapa hari dalam satu bulan, maka di situlah Anda sedang mengalami masa subur. Hm, sepertinya wajib nih punya termometer sendiri di rumah agar bisa lebih mudah mengecek suhu tubuh sendiri.

Perut Bagian Bawah Terasa Nyeri
Biasanya saat sedang menstruasi, perut bagian bawah akan terasa nyeri dan tidak nyaman. Nah, sebelum menstruasi terkadang Anda akan merasakan hal yang sama. Di sinilah Anda sebenarnya sedang mengalami masa subur. Aktivitas sel telur meningkat sehingga seringkali menyebabkan nyeri atau perut bagian bawah seperti ditarik.

Mengetahui masa subur sekarang tidak harus dengan melihat tanda-tanda di atas. Kini dengan kemajuan teknologi, sudah ada alat yang bisa membantu mengetahui masa subur Anda. Umumnya alat ini dijual bebas di apotek, namun biasanya alat ini juga tergolong agak mahal. Kisaran harganya di antara 200 ribu-500 ribu rupiah. Lumayan mahal juga, ya.

Bila Anda ingin menghemat biaya dan mengetahui masa subur Anda, lebih baik mulai sekarang ambil sebuah agenda untuk mencatat setiap tanggal dan mengamati perubahan yang Anda rasakan. Amati pula warna lendir serta suhu tubuh sehingga Anda bisa merencanakan kehamilan dengan lebih mudah. Dengan begitu menandai masa subur nggak akan bikin Anda bingung lagi.

Semoga informasi Cara Mudah Menghitung Masa Subur Wanita diatas bisa mempermudah Anda dalam menghitung masa kesuburan Anda. Perlu diketahui bahwa peluang hamil jika Anda melakukan hubungan suami istri saat masa subur sangat lah besar. Jadi sudah seharusnya Anda mempertimbangkan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seks.

Sumber artikel: www.vemale.com

1 komentar:

  1. maaf nech om. sy numpang tanya. kebetulan saya seorang bapak beranak 1. setelah melahirkan anak pertama, istri ikut KB, tapi udah ada sekitar 8 bulan berhenti karena kami ingin punya momongan lagi. tapi sampai saat ini masih belum diberi. bahkan istri belum menstruasi. yang mau saya tanyakan, apakah ciri2 tersebut diatas berlaku untuk wanita yang sudah memiliki anak sebelumnya?

    ReplyDelete