Thursday, 5 May 2016

1 Juta Ahli Gizi di Dunia Menyatakan Cabai adalah Obat Migran Alami

mengobati migrain pada ibu hamil,mengobati migrain secara tradisional,mengobati migrain secara alami,mengobati migrain saat hamil,mengobati migrain dengan cepat,mengobati migrain tanpa obat,jus untuk menghilangkan sakit kepala,buah untuk menghilangkan pusing kepala

Sebuah penelitian terbaru membuktikan bahwa cabai rawit bisa dijadikan petunjuk utama untuk menyembuhkan migran.

Menurut peneliti, ada persamaan yang terjadi di dalam otak ketika seseorang menderita migrain dan reaksi kulit ketika minyak cabai dioleskan ke permukaan kulit.

Secara detail, ketika minyak cabai menyentuh kulit, zat capsaicin dalam rempah tersebut membuat tubuh mengeluarkan gen calcitonin yang berkaitan dengan peptida. Hal itulah yang membuat aliran darah di daerah yang terkena migran meningkat dan menyebar ke saraf yang lain.

Perusahaan bioteknologi pun berusaha menargetkan senyawa kimia yang muncul akibat migran yang merupakan pembawa sinyal rasa sakit dari satu saraf ke saraf lain. Dengan memblokir reseptor sinyal tersebut, peneliti berusaha mengembangkan obat yang mengatasi migran.

Salah satu perusahaan yang mengembangkan obat migran adalah Amgen. Menurut ahli yang mengembangkan obat tersebut, makan cabai bukan semata-mata obat dari migran. Namun karena ada kesamaan efek dalam otak antara cabai dan migran, peneliti bisa berusaha untuk menemukan obat melalui reaksi cabai terhadap kulit.

Untuk memastikan teori cabai, peneliti lantas menyuntikkan obat di bawah kulit pasien yang sebelumnya telah bereaksi terhadap minyak cabai.

"Obat tersebut ternyata mampu memblokir reseptor yang mengirim pesan sakit pada otak, sehingga migran pun bisa dicegah sepenuhnya," papar Peter Goadsby dari University of California, seperti yang dikutip dari Daily Mail (23/04).

Selama ini, pengobatan untuk migran biasanya menggunakan triptan yang hanya berfungsi meredakan dan bukan menghilangkan rasa sakit sepenuhnya.

Botox juga pernah dijadikan salah satu metode mengobati migran, meskipun hanya disarankan untuk penderita yang benar-benar parah saja.

Sumber: www.merdeka.com

0 komentar

Post a Comment